“ Kamu itu orangnya keras, kaku, Liv “
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ibarat kaca, Dunia luar akan memperlihatkan kita apa
kekurangan dan kelebihan kita. Lebih keras daripada diri kita sendiri. Haha ngeri
nggak sih?
Aku kadang tak bisa berbicara saat membicarakan kekurangan
orang lain. Menurutku saat kita semakin banyak berbicara tentang kekurangan
orang lain kita kadang terlupa dengan segala kekurangan kita. Tak ada yang bisa
menjamin kita lebih baik dari pada orang yang kita komentari kan?
Biarkan oranglain berbicara tentang segala kelemahan kita.
Bukankah hal-hal kecil seperti kelemahan kita suatu saat nanti akan menjadi
titik kita untuk menjadi lebih baik lagi?.
Orang yang bijak, pasti sudah memahami kesalahan pada
dirinya, bisa untuk memposisikan diri.
Aku juga tak ingin menjadi orang egois yang sibuk
memperbaiki diri menjadi perfect terlebih dahulu lalu menasihati orang lain. Kalaupun
memang ada nasihat ‘perbaiki dahulu diri
sendiri sebelum menasihati orang lain’, seberapa lama kita akan menunggu
diri kita untuk menjadi baik kemudian kita bisa menasihati orang lain dalam
kebaikan.
Sadarlah akan hakikat kita sebenarnya untuk menjadi khalifah
dimuka bumi, kita sebenarnya adalah pemimpin . Tidak perlu menjadi pribadi yang
baik dahulu setelah itu kita menasihati orang lain. Hidup cuma sekali, jadilah
orang yang bermanfaat untuk orang lain. Kelemahan kita harusnya bukan menjadi
pembatas kita. Kelemahan harusnya menjadi sebuah titik yang akan kita jadikan
lompatan agar kita bisa menjadi lebih baik dan menjadi pelajaran bagi orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar