Minggu, 21 September 2014

Biarkan Orang Berbicara tentang Kita, yang terpenting adalah Bagaimana Menjadi Orang Yang Bermanfaat bagi Orang Lain



“ Kamu itu orangnya keras, kaku, Liv “

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ibarat kaca, Dunia luar akan memperlihatkan kita apa kekurangan dan kelebihan kita. Lebih keras daripada diri kita sendiri. Haha ngeri nggak sih?

Aku kadang tak bisa berbicara saat membicarakan kekurangan orang lain. Menurutku saat kita semakin banyak berbicara tentang kekurangan orang lain kita kadang terlupa dengan segala kekurangan kita. Tak ada yang bisa menjamin kita lebih baik dari pada orang yang kita komentari kan?

Biarkan oranglain berbicara tentang segala kelemahan kita. Bukankah hal-hal kecil seperti kelemahan kita suatu saat nanti akan menjadi titik kita untuk menjadi lebih baik lagi?.

Orang yang bijak, pasti sudah memahami kesalahan pada dirinya, bisa untuk memposisikan diri.

Aku juga tak ingin menjadi orang egois yang sibuk memperbaiki diri menjadi perfect terlebih dahulu lalu menasihati orang lain. Kalaupun memang ada nasihat ‘perbaiki dahulu diri sendiri sebelum menasihati orang lain’, seberapa lama kita akan menunggu diri kita untuk menjadi baik kemudian kita bisa menasihati orang lain dalam kebaikan.

Sadarlah akan hakikat kita sebenarnya untuk menjadi khalifah dimuka bumi, kita sebenarnya adalah pemimpin . Tidak perlu menjadi pribadi yang baik dahulu setelah itu kita menasihati orang lain. Hidup cuma sekali, jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Kelemahan kita harusnya bukan menjadi pembatas kita. Kelemahan harusnya menjadi sebuah titik yang akan kita jadikan lompatan agar kita bisa menjadi lebih baik dan menjadi pelajaran bagi orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar